Segala yang terlahir di dunia ini, tentu memiliki proses kronologis dari titik nol yang mengantarkannya menuju hari dimana ia siap untuk muncul ke alam semesta. Tak terkecuali SMP Al-Qur’an Terpadu Yanbu’ul Qur’an 1 (selanjutnya SMPQT-YQ 1) Sukoharjo Wedarijaksa Pati.

Lembaga pendidikan formal tingkat menengah ini berbeda dengan sekolah menengah pertama pada umumnya, sebab SMPQT-YQ 1 terpadu dengan pondok atau asrama, yaitu Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 1 Pati (selanjutnya PTYQ 1). Setiap siswa yang ingin belajar di SMPQT-YQ 1, wajib pula mondok di PTYQ 1. Begitu juga, setiap santri yang ingin mondok di PTYQ 1, wajib pula sekolah di SMPQT-YQ 1. Dan setelah 3 tahun berjalan tepat pada 2 Oktober 2019, berdiri pula SMAQT Yanbuul Quran 1 Pati, sebagai Fasilitas untuk Santri SMPQT YQ 1 Pati yang belum Khatam Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz dan ingin melanjutkan menghafalkan al-Qur’an di PTYQ 1 Pati. Lembaga pendidikan dengan model demikian dalam istilah kekinian dikenal dengan nama Boarding School, yakni sekolah boarding yang terpadu dengan pondok pesantren atau asrama di dalam penyelenggaraan pendidikan di tempat tersebut.

Yanbu’ul Qur’an Boarding School 1 Pati merupakan tiga lembaga yang terintegrasi jadi satu. Lembaga ini pertama kali didirikan pada 09 Agustus 2016, oleh Bapak Ketua Yayasan Asem Bungkuk yang juga menjadi Direktur Utama Yanbu’ul Qur’an Boarding School 1 Pati, Bapak H. Ibrahim Wagiman, seorang pengusaha properti asli Desa Sukoharjo Wedarijaksa Pati. Beliau yang putranya dipondokkan di Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Anak Krandon, lalu di Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Remaja Bejen ini pada mulanya tergerak untuk mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, setelah mendapatkan saran dari berbagai tokoh masyarakat, akhirnya beliau mengubah niatnya.

“Kalau hanya mendirikan SMK, maka hanya dunia yang di dapat. Tapi kalau mendirikan sekolah sekaligus ada pondoknya, maka dunia dapat, akhirat juga dapat,” tukas Bapak H. Ibrahim Wagiman dalam sebuah kesempatan. Dalam kesempatan lain, beliau mengungkapkan, “Harta dunia tidak dibawa mati. Maka harus segera saya wakafkan dan sedekahkan kepada orang lain. Jika sedekah itu berbentuk lembaga pendidikan, maka selama lembaga itu masih ada, tentu saya akan mendapat amal jariyahnya.”

Kemudian, setelah mendapatkan saran dari berbagai tokoh masyarakat, akhirnya Bapak H. Ibrahim Wagiman memutuskan untuk mendirikan SMP yang terpadu dengan pondok pesantren. Ketika beliau bertemu dengan KH. Abdurrozzaq Najib Kajen yang merupakan alumnus Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Pusat Kudus, yang juga masih kerabat dengan keluarga ndalem pengasuh Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Pusat Kudus yakni Romo KH. M. Ulin Nuha Arwani dan Romo KH. M. Ulil Albab Arwani, dan mengutarakan niatnya hendak mendirikan SMP yang terpadu dengan pondok pesantren, Kiai Rozaq mengusulkan bagaimana jika lembaga SMP yang terpadu dengan pesantren yang digagas oleh Haji Wagiman itu berafiliasi dengan Yayasan Arwaniyyah dan menjadi cabang Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an yang pertama di Pati. Ketika keinginan untuk mendirikan sekolah SMP sekaligus pondok tahfidh yang berafiliasi dengan Yayasan Arwaniyyah ini diajukan kepada pengasuh Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Pusat Romo KH Muhammad Ulin Nuha Arwani, seketika beliau menerima dengan berkata, “Iya, bisa dibicarakan.”

Alhamdulillah, setelah mendapatkan restu dari KH. Muhammad Ulin Nuha Arwani untuk mendirikan SMP sekaligus pondok tahfidh, yang diberi nama SMP Al-Qur’an Terpadu Yanbu’ul Qur’an 1 Pati, pembangunan sekolah dan pondok ini dimulai. Peletakan batu pertama dihadiri langsung oleh Romo KH. Muhammad Ulin Nuha Arwani, Romo KH. Muhammad Ulil Albab Arwani, Romo KH. Ahmad Nafi’ Abdillah, Romo KH. Ahmad Zaky Fuad Abdillah, Romo KH. Ahmad Mu’adz Thohir, Romo KH. Abdurrozzaq, Romo KH. Ainun Na’im, Romo KH. Syaeun Adhim, Romo KH. Abdul Aziz, Romo KH. Ali Imran Zarkasyi, Romo KH. Ali Mahmudan Dahlandan banyak ulama lain yang hadir untuk turut serta memberikan doa restu atas dibangunnya SMPQTYQ 1 Pati. Selain itu, hadir pula Bupati Pati H. Haryanto dan segenap jajaran muspika Pati, untuk turut serta memberi restu dan dukungan dalam berdirinya sekolah yang terpadu dengan pondok tahfidh ini.

Restu dari para ulama dan dukungan dari para umara’ akhirnya melecut semangat semua pengelola dan panitia pembangunan, untuk lekas mendirikan gedung dan menyiapkan segala persiapan yang dibutuhkan dalam menyambut penyelenggaraan pendidikan di lembaga baru ini. Atas izin Allah, dalam jangka waktu 9 bulan, gedung sekolah berlantai 3 sudah siap ditempati. Atas izin Allah pula, pengurusan izin operasional pendirian sekolah dan izin operasional pendirian pondok tidak mengalami hambatan yang serius. Dan pada tanggal 02 Mei 2017, pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati menurunkan izin operasional sekolah secara resmi. Sedangkan pada tanggal 03 Juli 2017, Kementrian Agama Kabupaten Pati menerbitkan surat izin operasional pondok secara resmi. Sehingga dua surat izin ini memberikan legalitas penuh dalam pelaksanaan pendidikan, baik yang diselenggarakan secara formal di sekolah, maupun yang diselenggarakan secara non formal di pondok.

Semoga Yanbu’ul Qur’an Boarding School 1 Pati, cabang pertama Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an yang ada di luar kota Kudus ini, betul-betul mampu memberikan manfaat, sumbangsih serta kontribusi positif dalam mempersiapkan generasi bangsa yang berfikir madani dan berakhlak qur’ani.